Kaltim  

Barqun Digital Luncurkan Kaltim Siaga, Pantau Hotspot dan Kualitas Udara Kaltim

Tangkapan layar aplikasi Kaltim Siaga buatan Barqun Digital.

SAMARINDA – Barqun Digital meluncurkan Kaltim Siaga, sebuah platform pemantauan titik panas (hotspot) dan kualitas udara untuk seluruh wilayah Kalimantan Timur. Platform tersebut dapat diakses secara gratis melalui peramban (browser) di kaltim-siaga.barqun.com, tanpa perlu mengunduh aplikasi.

Kaltim Siaga mengintegrasikan tiga jenis data dalam satu peta. Pertama, data titik panas yang bersumber dari satelit MODIS, Suomi NPP, dan NOAA-20 melalui SiPongi+ Kementerian Kehutanan serta NASA FIRMS.

Kedua, estimasi kualitas udara berupa indeks kualitas udara (AQI) dan konsentrasi PM2.5 yang bersumber dari Open-Meteo dan Copernicus CAMS. Ketiga, indeks bahaya kebakaran dari sistem SPARTAN BMKG (Fire Danger Rating System) yang menunjukkan wilayah yang berpotensi mudah terbakar berdasarkan kondisi cuaca.

Melalui indeks bahaya kebakaran tersebut, masyarakat dan pemangku kepentingan tidak hanya dapat mengetahui lokasi terdeteksinya titik panas, tetapi juga wilayah yang memiliki tingkat kerawanan kebakaran lebih tinggi.

Kaltim Siaga juga menampilkan luas wilayah dengan kategori bahaya tinggi pada setiap kabupaten/kota. Informasi tersebut diharapkan dapat membantu upaya pencegahan dilakukan lebih dini dan tepat sasaran.

CEO Barqun Digital, Asdar Zulkiawan, mengatakan Kaltim Siaga merupakan bentuk kontribusi perusahaan dalam menyediakan informasi yang mudah diakses masyarakat terkait kondisi kebakaran dan kualitas udara di Kalimantan Timur.

“Kaltim Siaga adalah kontribusi Barqun Digital untuk masyarakat Kalimantan Timur. Data titik panas dan kualitas udara sebenarnya sudah tersedia, tetapi tersebar dan tidak selalu mudah dipahami masyarakat. Kami ingin warga dapat melihat kondisi daerahnya sendiri dengan lebih cepat dan mudah,” kata Asdar.

Menurut Asdar, pengembangan Kaltim Siaga memiliki tiga tujuan utama, yakni meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan, membantu deteksi dini agar kebakaran dapat ditangani sebelum meluas, serta menjadi sarana edukasi mengenai kualitas udara dan dampak asap terhadap kesehatan.

“Satu titik api yang terdeteksi lebih awal dapat membantu mencegah kebakaran meluas. Kami berharap informasi ini mendorong tindakan nyata, mulai dari meningkatkan kewaspadaan, tidak membuka lahan dengan cara membakar, hingga segera melaporkan apabila menemukan api,” ujarnya.

Selain melalui situs web, masyarakat juga dapat memperoleh informasi melalui channel Telegram Kaltim Siaga di t.me/kaltim_siaga. Channel tersebut menyediakan peringatan (alert) ketika terdapat titik panas baru serta rekapitulasi harian kondisi di wilayah Kalimantan Timur.

Barqun Digital menegaskan bahwa Kaltim Siaga bersifat sebagai pelengkap dan tidak menggantikan informasi resmi dari instansi terkait, seperti BPBD, Manggala Agni, dan BMKG.

Data titik panas yang diperoleh melalui satelit, kata Barqun Digital, tetap memerlukan verifikasi di lapangan. Sementara itu, data kualitas udara yang ditampilkan merupakan hasil estimasi model dan bukan hasil pengukuran langsung dari stasiun pemantauan kualitas udara.

Dengan menggabungkan informasi titik panas, kualitas udara, dan tingkat bahaya kebakaran dalam satu platform, Kaltim Siaga diharapkan dapat memudahkan masyarakat memperoleh informasi mengenai kondisi lingkungan di wilayah Kalimantan Timur sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan. (*)

Exit mobile version