PENAJAM — Kelurahan Petung menjadi salah satu peserta dari Kecamatan Penajam dalam lomba evaluasi kinerja lurah dan kepala desa yang digelar Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Penajam Paser Utara (PPU) melalui program Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) tingkat Kabupaten (PPU).
Program tahunan ini bertujuan mengevaluasi kinerja kepala wilayah melalui pendekatan gotong royong dan pemberdayaan masyarakat. Penilaian mencakup empat aspek utama, yaitu kemasyarakatan, ekonomi, lingkungan, dan sosial budaya.
Selain Kelurahan Petung, lomba ini juga diikuti oleh peserta dari wilayah lain, yakni Desa Telemow, Kelurahan Sepaku, Desa Bangun Mulya, Kelurahan Waru, dan Desa Girimukti. Penetapan pemenang akan diumumkan pada Jumat, 23 Mei 2025.
Dalam kunjungan tim penilai dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) PPU, Kelurahan Petung menampilkan berbagai program unggulan yang telah dijalankan secara berkelanjutan, terutama dalam bidang pemberdayaan masyarakat berbasis gotong royong.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Sekretaris Camat Penajam, unsur tim penilai dari DPMD PPU, Dinas Koperasi, UKM dan Perindustrian, Dinas Kesehatan, serta perwakilan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kecamatan Penajam.
Kepala Dinas PMD PPU, Tita Deritayati, menyampaikan apresiasinya terhadap antusiasme dan kesiapan Kelurahan Petung dalam mengikuti penilaian BBGRM.
“Kami berterima kasih atas sambutan hangat dan persiapan maksimal dari Kelurahan Petung. BBGRM bukan hanya kegiatan seremonial, tapi menjadi momentum penting untuk mengukur sejauh mana peran gotong royong dan inovasi di tingkat kelurahan maupun desa,” ujarnya, Rabu, 22 Mei 2025.
Sementara itu, Lurah Petung, Achmad Fitriady, dalam paparannya menjelaskan bahwa pihaknya secara konsisten melaksanakan gotong royong bulanan bersama warga di lingkungan RT dan kantor kelurahan.
“Gotong royong bukan hanya kegiatan bersih-bersih, tapi bentuk kepedulian terhadap lingkungan, penguatan hubungan sosial, dan cara kami menumbuhkan partisipasi warga. Kegiatan ini juga kami awali dengan senam bersama sebagai bagian dari kebugaran masyarakat,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pemberdayaan masyarakat di Kelurahan Petung dijalankan melalui sinergi lembaga kemasyarakatan seperti RT, LPM, Karang Taruna, PKK, dan kader Posyandu.(Adv/*)
