PENAJAM – Anggota DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Hariyono, memberikan dorongan kuat terhadap pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di daerahnya. Ia menekankan pentingnya pengembangan UMKM, khususnya pada sektor-sektor yang sudah tumbuh seiring dengan budaya masyarakat Benuo Taka, julukan untuk PPU.
Sektor-sektor ini, menurut Hariyono, telah menjadi bagian dari kearifan lokal yang harus dilestarikan dan dikembangkan.
Hariyono mencontohkan sektor-sektor seperti pertanian, perkebunan, dan peternakan sebagai bidang yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi UMKM berbasis kearifan lokal. Potensi alam Kabupaten PPU yang melimpah, kata dia, memberikan peluang bagi pelaku UMKM untuk menjadikan komoditas lokal sebagai produk unggulan.
“Dulu di PPU ini ada tiga sumber yang memang menjadi penghasilan masyarakat, yaitu pertanian, peternakan, dan perkebunan. Dari situ kita bisa memulai UMKM,” Kata Hariyono (8/10).
Ia menjelaskan bahwa ketiga sektor tersebut telah lama digeluti oleh masyarakat PPU, jauh sebelum perusahaan-perusahaan swasta mulai masuk ke daerah tersebut. Ketiga sektor ini juga telah menyatu dengan budaya lokal yang hingga kini masih mengakar kuat dalam kehidupan sehari-hari masyarakat PPU.
Sebagai anggota DPRD yang berasal dari Fraksi Partai Hanura, Hariyono menekankan pentingnya mengedepankan produk-produk lokal sebagai unggulan. Ia berharap produk-produk tersebut dapat lebih dikenal dan dikonsumsi oleh masyarakat luas. Namun, ia juga mencatat bahwa potensi tersebut belum sepenuhnya dimanfaatkan, karena masih banyak yang belum menyadari bagaimana mengembangkan hasil daerah menjadi produk unggulan.
“UMKM itu tidak hanya berdagang barang, banyak hal yang termasuk dalam UMKM,” tambahnya.
Hariyono juga mencatat berkembangnya berbagai jenis UMKM di PPU, khususnya di sektor ekonomi kreatif. Ekonomi kreatif, yang menggabungkan elemen budaya, seni, teknologi, dan bisnis, memberikan ruang besar bagi pelaku UMKM untuk mengembangkan produk yang unik dan bernilai jual tinggi. Sektor ini mencakup berbagai bidang, seperti seni, budaya, teknologi, desain, dan hiburan.
Untuk itu, ia mendorong instansi terkait, khususnya Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan (KUKM Perindag) Kabupaten PPU, untuk memperluas akses pasar bagi para pelaku UMKM. Dengan demikian, produk-produk lokal dapat lebih mudah dipasarkan dan dikenal oleh masyarakat lebih luas.
“Pemerintah harus menyediakan akses ke pasar, agar produk UMKM kita bisa dipromosikan dan dijual,” tutupnya. (Adv/DPRD PPU)
